Mencegah Penyakit Kanker dengan Teh Hijau

Menurut sejarah minuman teh berasal dari Negara Tiongkok. Pada awalnya teh digunakan sebagai ramuan obat-obatan, kemudian berkembang menjadi tradisi untuk menjamu para tamu. Kemudian kebiasaan masyarakat Tiongkok meminum teh menyebar dan melekat erat pada setiap lapisan masyarakat. Di beberapa Negara kebiasaan minum teh merupakan suatu simbol tradisi.

mencegah penyakit kanker dengan teh hijau

Teh merupakan minuman yang berasal dari tanaman Camellia Sinensis. Tanaman teh dibagi menjadi empat, antara lain teh hijau, teh oolong, teh putih dan teh hitam. Teh hijau merupakan salah satu jenis teh yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Teh jenis ini tidak mengalami proses fermentasi. Biasanya setelah dipetik, daun teh akan segera diproses dengan cara dipanaskan selama 2 hingga 3 menit. Teh yang telah kering dan masih dalam bentuk lembaran daun inilah yang kemudian akan diseduh dan menjadi minuman teh.

Semua jenis teh memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh. Tapi berbeda pengolahan jenis teh maka berbeda juga manfaat yang terkandung di dalamnya. Teh hijau memiliki lebih banyak manfaat bagi kesehatan dibanding jenis jenis teh yang lainnya. Karena teh hijau diproses tanpa melalui tahap fermentasi, sehingga kandungan yang terdapat di dalamnya tidak banyak mengalami perubahan. Dengan begitu kegunaannya dalam memerangi berbagai penyakit tetap kuat.

Di dalam teh terdapat kandungan antioksidan catechin polyphenol yang bermanfaat untuk mencegah dan menghambat pertumbuhan sel-sel kanker. Kandungan polyphenol ini akan membantu tubuh dalam mencegah efek buruk dari berbagai faktor pencetus sel kanker seperti radiasi sinar UV dan radikal bebas. Polyphenol memiliki jenis yang berbeda, salah satunya adalah epigallocatechin gallate (EGCG). Senyawa dari EGCG inilah yang merupakan komponen bioaktif paling dominan dalam teh yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Menurut para peneliti, antioksidan EGCG yang terkandung dalam teh hijau mampu mencegah pertumbuhan sel-sel kanker dengan cara mengikat enzim tertentu. Teh hijau memiliki senyawa EGCG lima kali lebih banyak dibandingkan yang terdapat dalam teh lainnya. Senyawa ini mampu membunuh sel sel kanker sama seperti methotrexate, tetapi efek samping yang diberikan oleh teh hijau tidak separah seperti apa yang didapat dalam penggunaan obat-obatan. Kandungan zat antioksidan yang terdapat pada teh hijau 100 kali lebih kuat dari yang terkandung dalam vitamin C. Selain itu juga kandungan EGCG yang terdapat pada teh hijau 200 kali lebih kuat dari Vitamin E dalam menghancurkan radikal bebas yang dapat merusak kulit. Radikal bebas ini mampu bereaksi dengan sel-sel kulit sehat dalam tubuh dan dapat membuat penuaan dini bahkan kanker kulit.

Untuk mendapatkan hasil terbaik Anda bisa mengonsumsi teh hijau setiap hari. Dibandingkan dengan kopi dan jenis teh yang lainnya, kandungan kafein yang terdapat pada teh hijau jauh lebih sedikit, sehingga Anda bisa mengonsumsinya hingga tiga kali sehari. Disarankan untuk memilih teh dalam bentuk seduh langsung dan tidak memilih yang sudah berada dalam kemasan kantung teh. Tapi jika Anda ingin meminum teh hijau yang sudah dalam kemasan sebaiknya hindari merendam kantung teh terlalu lama karena dapat memberikan efek yang tidak baik bagi kesehatan.

Related Post to Mencegah Penyakit Kanker dengan Teh Hijau

error: Content is protected !!