Ini Jenis-jenis Penyakit Yang Biasa Menyerang Bayi Usia 0-12 Bulan Yang Patut Diwaspadai

Rasanya sudah bukan rahasia lagi bahwa usia anak 0 hingga 12 bulan adalah usia keemasan. Di usia ini, bayi tak hanya masih dalam masa pertumbuhan paling dini. Namun juga karena pada usia ini, bayi sangat rentan pada penyakit. Jenis penyakit yang biasa menyerang bayi usia 0-12 bulan pun beragam, mulai dari sakit ringan, hingga jenis penyakit yang cukup berat dan perlu diwaspadai oleh ibu.

Pada usia 0 hingga 12 bulan, banyak organ bayi yang masih belum tumbuh secara sempurna. Inilah mengapa pada rentang usia ini, bayi disebut tengah berada dalam masa-masa emas pertumbuhannya. Dalam setiap bulannya, bayi mengalami pertumbuhan sedikit demi sedikit. Mulai dari perkembangan organ tubuh, bertambahnya kemampuan panca indra hingga berkembangnya seluruh kemampuan motorik dan kerja otak bayi. Namun selain itu, pada masa-masa usia 0 hingga 12 bulan ini, sistem imun pada tubuh bayi pun belum berkembang sempurna. Inilah yang membuat bayi usia 0 hingga 12 bulan mudah terserang berbagai jenis penyakit.

Beberapa penyakit yang paling sering melanda bayi pada usia 0 hingga 12 bulan ini pun kebanyakan adalah penyakit ringan. Yang tak jauh-jauh karena virus atau bakteri. Ya, kebanyakan penyakit yang melanda bayi adalah jenis penyakit yang diakibatkan oleh virus maupun bakteri. Ini tentunya karena sistem imun pada bayi belum memiliki “benteng” yang kuat untuk  melawan serangan virus dan bakteri. Namun bukan berarti jenis penyakit ini dapat dianggap remeh. Karena terjadi pada seorang bayi, jenis penyakit ini justru memiliki bahayanya sendiri. Penasaran dengan penyakit-penyakit apa saja yang harus ibu waspadai ketika memperlihatkan tanda-tanda menyerang bayi usia 0 hingga 12 bulan?

Ini Jenis-jenis penyakit yang biasa menyerang bayi usia 0-12 bulan yang patut diwaspadai

Penyakit cacingan pada bayi berumur 0 hingga 12 bulan

Cacingan menjadi salah satu penyakit yang sering melanda bayi pada usia 0 hingga 12 bulan. Berbeda dengan cacingan pada bayi atau anak dengan usia yang lebih besar, cacingan pada bayi dibawah usia 1 tahun biasanya lebih sulit dideteksi. Pasalnya, tanda-tanda cacingan pada bayi justru nyaris mirip dengan penyakit pilek maupun flu yang sayangnya kerap diabaikan oleh orang tua. Beberapa tanda bayi mengalami cacingan adalah :

cacingan pada bayi

  • Bayi terlihat lesu

Bila bayi Anda biasanya nampak aktif, ketika sakit cacingan justru akan nampak lesu. Bayi pun terlihat lemas, pucat, serta sekilas menunjukan tanda-tanda terserang penyakit anemia. Lesu pada bayi disebabkan cacing yang tumbuh di dalam tubuhnya bersifat parasit dan menghisap darah bayi.

  • Kehilangan berat badan dan kurus

Tak perduli seberapa sering bayi makan atau menyusu, bila bayi terkena penyakit cacingan akan nampak kurus. Bayi pun terlihat kehilangan berat badan  secara signifikan.

  • Batuk secara terus menerus

Ya, memang biasanya pada anak, tak akan menunjukan reaksi batuk, namun pada bayi dengan usia 0 hingga 12 bulan, justru timbul reaksi batuk. Biasanya reaksi batuk yang berkepanjangan ini muncul setelah bayi terinfeksi virus dan bakteri dari cacing tersebut.

  • Diare dan gangguan pencernaan

Ya, seperti halnya penyakit cacingan lain, bayi pun biasanya menunjukan gangguan pencernaan. Mulai dari diare hingga begah dan bahkan susah buang air besar.

Cara mengatasi penyakit cacingan pada bayi adalah dengan dengan pemeriksaan laboratorium pada feses bayi. Setelah itu baru dokter akan meresepkan obat cacing bayi yang sesuai dengan diagnosa penyakit cacing yang diderita bayi.

Kekurangan gizi pada bayi

Penyakit kedua yang kerap kali dialami oleh bayi adalah kekurangan gizi. Berbeda dengan penyakit lain, penyakit kekurangan gizi pada bayi saat ini tengah mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Pasalnya, Indonesia saat ini tercatat dalam 10 besar negara dengan gizi bayi terburuk versi WHO. Namun penyakit kekurangan gizi pada bayi tak hanya disebabkan karena kurangnya pasokan gizi. Beberapa kasus kekurangan gizi diakibatkan adanya infeksi ketika kehamilan. Dan beberapa yang lain karena adanya gangguan bakteri atau virus pada tubuh bayi. Beberapa ciri bayi yang mengalami kekurangan gizi adalah :

kurang gizi pada bayi

  • Bayi nampak lemas serta lesu. Bayi seakan tak memiliki semangat sama sekali
  • Bayi menangis terus menerus. Meskipun sudah dibuat senyaman mungkin, bayi akan terus rewel.
  • Gampang sakit
  • Kulit bayi nampak bersisik serta kering
  • Pertanda yang paling banyak ditemui, perut bayi membuncit sedangkan bagian tubuh lain justru mengurus
  • Gusi pada bayi terlihat bengkak dan bahkan mengalami pendarahan
  • Bayi tak menunjukan adanya perkembangan sistem motorik

Tanda-tanda diatas adalah tanda umum kekurangan gizi yang terjadi pada bayi, meskipun pada beberapa kasus, kekurangan gizi pun terkomplikasi dengan penyakit lain yang membuat tanda-tanda penyakit akan berubah. Penanganan kekurangan gizi pada bayi pada tahap ini memerlukan pengawasan ketat dari dokter.

Sakit diare pada bayi berumur 0 hingga 12 bulan

Sakit diare pada bayi berumur 0 hingga 12 bulan memang ada bermacam-macam sebab. Tiap penyebab diare pun memiliki cara penanganan masing-masing. Gejala paling umum dari diare adalah kembung dan begah pada perut bayi, hingga kotoran yang encer. Bayi pun biasanya akan rewel, serta demam tinggi. Selain itu, bila diare selama beberapa hari, bayi juga akan lemas serta menunjukan tanda-tanda kekurangan cairan. Pada tahap ini, orang tua tidak boleh lalai dan harus langsung membawa bayi ke rumah sakit.

diare pada bayi

Beberapa cara penanganan penyakit diare ini pun berbeda-beda tergantung dari sebab dari diare tersebut.

  • Virus

Umumnya, penyakit diare pada bayi dikarenakan virus. Yang paling umum menyerang bayi adalah virus  rotavirus, influenza, astovirus, adenovirus, dan calivirus. Untuk penanganan diare karena virus dianjurkan untuk segera mengunjungi dokter untuk pemberian antibiotik.

  • Bakteri

Selain virus, bakteri pun menjadi salah satu penyebab paling umum diare pada bayi. Bakteri seperti salmonella, vibrio cholera, eschricia coli dan shigella biasanya ada pada makanan serta peralatan sehari-hari yang digunakan pada bayi. Diare karena bakteri umumnya disertai dengan kejang, serta adanya darah pada tinja.

  • Efek samping antibiotik

Selain karena virus, bakteri dan parasit, salah satu penyebab diare juga bisa karena efek samping antibiotik. Bila seperti ini, sebaiknya konsumsi obat untuk bayi segera dihentikan.

Beberapa jenis penyakit yang biasa menyerang bayi usia 0-12 bulan memang sebaiknya diatasi dengan cepat dengan penanganan dokter. Selain karena masih sangat rentan dengan penyakit, biasanya penyakit yang mendera pada anak usia tersebut pun sangat rawan menyerang organ-organ vitalnya. Belum lagi, beberapa penyakit seperti kurang gizi yang dapat mengganggu tumbuh kembang buah hati.

Related Post to Ini Jenis-jenis Penyakit Yang Biasa Menyerang Bayi Usia 0-12 Bulan Yang Patut Diwaspadai

error: Content is protected !!